Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan

Perayaan Tahun Baru


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan kali saya akan membahas mengenai perayaan tahun baru sebagai tugas softskill saya yang keempat. Meskipun perayaan tahun baru sudah lewat saya akan tetap membahasnya disini. 

Menurut kalian apa sih makna tahun baru ? Apa cuman pergantian tahun baru saja atau ada yang lain ? Kalo menurut saya sih, makna pergantian tahun baru itu yaitu kita harus menjadi manusia yang baru dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kesalahan kita pada tahun sebelumnya sebaiknya tidak kita ulangi lagi, bahkan kalo bisa kita harus bisa bermanfaat untuk orang lain.

Lalu apakah kita perlu merayakan pergantian tahun baru ini ? Hanya kalian sendiri lah yang tahu jawabannya. Saya tidak bisa menilai baik apa tidak merayakan tahun baru itu. Tapi menurut saya , jika melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan mengganggu orang lain yang sedang istirahat itu bisa dikategorikan menjadi sesuatu hal yang buruk. Misalnya saja, jika ada orang tua yang sedang butuh istirahat karena sakit, tetapi tidak dapat istirahat karena diganggu oleh berisiknya suara petasan-petasan.

Apakah kalian tahu bahaya dari petasan yang dinyalakan pada saat tahun baru ? Selain mengganggu orang lain karena suaranya yang berisik, petasan ini juga berbahaya bagi anak-anak jika pemakaiannya tidak di awasi oleh orang dewasa. Banyak sekali terjadi kasus-kasus anak terkena petasan pada saat perayaan-perayaan tahun baru. Sebenarnya jika mau nyari aman tetapi anak-anak merasa terhibur dan tidak mengganggu orang lain bisa menggunakan kembang api yang bisa dipegang itu (lupa namanya, hehe).

Jadi kesimpulan saya, merayakan pesta tahun baru itu boleh-boleh saja, untuk baik atau buruknya itu terserah penilaian kalian masing-masing. Asalkan tidak mengganggu orang lain dan tidak membahayakan nyawa seseorang. Ingat kalian sudah dewasa/remaja, kalian bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan ajarkan kepada anak-anak perilaku yang buruk. Hanya segitu yang saya dapat tulis semoga bermanfaat bagi kalian. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Laporan Akhir PTKI Tingkat 1 Gunadarma


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sekedar share, ini adalah kumpulan LA Praktikum PTKI ane tingkat pertama di Gunadarma.

Silahkan download di bawah ini :
http://pastebin.com/PemSt603

Materi Praktikumnya terdiri dari :

Pertemuan 1 : Pengenalan Komputer
Pertemuan 2 : DOS
Pertemuan 3 : Linux
Pertemuan 4 : Kondisi Percabangan dan Perulangan pada Linux

Dan PJ ane yaitu Erna Junita

Semoga dapat membantu anda, ingat ane menshare ini bukan untuk mengerjakan tugas kalian, tapi ini sebagai contoh saja.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Peran Pemuda dalam Kehidupan Bermasyarakat


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas artikel mengenai pentingnya peran pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut kamu apa sih definisi pemuda itu ? Pemuda secara definitif ialah seseorang yang berusia sekitar 10 - 24 tahun. Akan tetapi, di sisi lain seseorang bisa saja dianggap pemuda jika yang bersangkutan memiliki semangat layaknya kaum muda.



Pemuda merupakan penerus cita-cita bangsa yang diperjuangkan dahulu oleh para pejuang saat memerdekakan Negara Indonesia. Pemuda menjadi tulang punggung bangsa dalam pembangunan nasional. Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menanamkan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.



Pemuda-pemuda pada generasi sekarang berbeda dengan pemuda-pemuda pada generasi dahulu, baik dari segi sosialisasi, cara berpikir, dan cara menyelesaikan masalah. Dari segi sosialisasi pemuda generasi dahulu aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mereka berani bertaruh harta dan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Pemuda pada generasi dahulu, mempunyai pemikiran yang lebih rasional. Mereka berpikir jauh ke depan sebelum bertindak. Mereka merumuskan suatu masalah dahulu baru kemudian bertindak dengan solusi terbaik. 



Sedangkan pemuda pada generasi sekarang  terkesan acuh terhadap masalah-masalah lingkungan di sekitarnya. Pemuda-pemuda pada generasi ini telah terpengaruh dampak negatif dari arus globalisasi seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja. Tidak jarang pemuda generasi sekarang menggunakan internet untuk mengakses situs-situs negatif yang dapat menghancurkan moral suatu bangsa di mata dunia.



Peranan pemuda generasi sekarang dalam segi sosialisasi juga menurun secara drastis. Rasa nasionalisme mereka seolah-olah menghilang. Mereka lebih mengutamakan kesenangan pribadi mereka dan lebih sering main-main dalam kelompoknya ketimbang mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan dalam masyarakat.



Andaikan generasi-generasi pemuda dahulu seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dll yang rela mengorbankan diri mereka demi kemerdekaan Indonesia mengetahui kondisi pemuda-pemuda generasi sekarang, mereka pasti akan sedih sekaligus marah karena melihat generasi-generasi pemuda sekarang yang sudah tidak memiliki rasa nasionalisme lagi.



Seharusnya sebagai pemuda, kita harus sadar bahwa negara ini membutuhkan seseorang yang dapat mewujudkan cita-cita pemuda generasi dahulu. Jika pemerintah yang sekarang tidak bisa mewujudkannnya, maka siapa lagi yang akan mewujudkannya jika bukan kita sebagai pemuda yang berperan dalam penerus bangsa. Tanamkanlah semangat nasionalismemu, singkirkan sifat individualisme, bangun bangsa yang makmur dan sejahtera.



Sekian tulisan dari saya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau menyinggung anda. Terima Kasih.



Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Referensi :

http://bagas-sarosa-gunadarma.blogspot.com/2012/11/peranan-pemuda-dalam-pembangunan-bangsa.html

Pertumbuhan Penduduk




Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh



Menurut id.wikipedia.org, Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Pertumbuhan penduduk disuatu Negara sangat dipengaruhi oleh 3 hal yaitu Kelahiran (Natalitas), Kematian (mortalitas) dan Perpindahan penduduk (migrasi). Pada kesempatan kali ini kita akan mengkaji tentang ketiganya.

1.   Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Þ       Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
  • Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
  • Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
  • Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
  • Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Þ       Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
  • Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
  • Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
  • Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
  • Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain:

1.       Kepercayaan dan agama

Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak.

 2.       Tingkat pendidikan

Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.

 3.       Kondisi perekonomian

Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.

 4.       Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.

 5.       Adat istiadat di masyarakat

Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.

 6.       Kematian dan kesehatan

Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.

 7.       Struktur Penduduk

Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).


2.   Kematian (Mortalitas)

Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
Þ            Faktor pendukung kematian (pro mortalitas):

Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:

- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
- Terjadinya peperangan
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
Þ            Faktor penghambat kematian (anti mortalitas):

Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

3.   Perpindahan Penduduk (Migrasi)


Perpindahan penduduk (migrasi) adalah pindahnya penduduk dari satu tempat ketempat lain dan tidak terpengaruh oleh wilayah, Perpindahan penduduk (migrasi) dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

Ø Migrasi Permanen
Migrasi permanen merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di tempat yang baru. Seseorang dianggap menetep apabila orang tersebut sudah bertempat tinggal di daerah tujuan selama 3 bulan dan kalau kurang 3 bulan belum dianggap menetap.

Migrasi Permanen dapat dikelompokan menjadi dua yaitu:

·                Migrasi Nasional.
Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ketempat lain tetapi masih dalam satu wilayah Negara. Migrasi nasional dibedakan menjadi 3.

1.      Transmigrasi.


Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau yang berpenduduk padat kepulau yang penduduknya tidak padat. Transmigrasi digolongkan menjadi 3 yaitu:

- Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang pelaksanaan dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah.

- Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan atas keinginan sendiri dan biaya ditanggung sendiri.

- Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang dilakukan dengan tujuan tertentu, misal bedol desa, dan sebagainya.

2.      Urbanisasi


Urbanisasi adalah perpidahan penduduk dari daerah pedesaan kedaerah perkotaan.


3.      Ruralisasi atau Urbanisasi


Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota kedesa, mobilitas ini biasanya dilator belakangi karena kejenuhan tinggal di kota.



·                Migrasi Internasional
Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari satu Negara ke negara lain untuk menetap, migrasi internasional dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

1.    Imigrasi.
Imigrasi adalah perpindahan penduduk masuk kesuatu Negara untuk menetap.
2.     Emigrasi.
Emigrasi adalah perpindahan penduduk yang keluar dari Negara lain untuk menetap.
3.      Remigrasi.
Remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali kenegara asal setelah pindah ke Negara lain.

Ø Migrasi Nonpermanen.

Mobilitas nonpermanent merupakan bentuk perpindahan penduduk antar tempat tanpa adanya tujuan untuk menetap. Dua jenis mobilitas nonpermanent yaitu mobilitas komutasi dan mobilitas sirkulasi.

referensi :
http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/02/pertumbuhan-penduduk.html
http://blog.suhermanto.com/2012/01/faktor-faktor-pertumbuhan-penduduk.html

Kebudayaan Indonesia yang Mulai Terlupakan

Apa Penyebabnya? Bagaimana Cara Melestarikannya ?


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tugas softskill pertama saya di Gunadarma yang bertemakan Kebudayaan Indonesia yang Terlupakan. Sebelum kita membahasnya, sebaiknya kita mengenal dulu apa yang dimaksud kebudayaan. Kebudayaan dapat diartikan sebagai pola pikir, tingkah laku, perilaku, serta karya fisik sekelompok manusia sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan atau perilaku masyarakat di suatu kelompok tersebut. Kebudayaan ini sangatlah penting karena kebudayaan merupakan jati diri kelompok tersebut. Kebudayaan menunjukkan harkat dan martabat suatu masyarakat atau negara. Apabila suatu negara mempunyai nilai kebudayaan yang tinggi maka akan tinggi pula harkat dan martabat negara tersebut, dan juga sebaliknya apabila suatu negara hanya mempunyai nilai kebudayaan yang rendah, maka negara tersebut akan dipandang rendah oleh negara lain. Masing-masing daerah atau negara mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan negara Indonesia. 

Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang beraneka ragam, hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak provinsi dari Sabang hingga Merauke, juga memiliki lebih dari seribu suku bangsa. Seharusnya masyarakat Indonesia bangga terhadap bangsanya sendiri karena memiliki keaneragaman seni dan budaya yang tersebar di berbagai provinsi dan daerah. Akan tetapi, justru sebaliknya, masyarakat seolah-olah tidak peduli dengan budaya negaranya sendiri. Mereka mulai meninggalkannya dan menggantinya dengan budaya negara lain yang dianggapnya lebih keren dan populer. Mereka tidak ingin dianggap masyarakat sebagai orang 'jadul' atau 'kampungan'. Mereka lebih mementingkan harga dirinya masing-masing dibandingkan harga diri negaranya sendiri. Akibatnya banyak kebudayaan Indonesia mulai terlupakan dan akhirnya menjadi punah.  

Nilai kebudayaan suatu bangsa juga dipengaruhi oleh derasnya arus globalisasi. Arus ini semakin tidak bisa difilter lagi mana yang baik dan mana yang buruk. Globalisasi membuat masyarakat menjadi individualisme dan egois. Mereka enggan melestarikan budaya negaranya sendiri dan lebih memilih budaya asing. Contohnya kita bisa melihat sekarang banyak orang yang mencampur adukkan bahasa mereka sendiri yaitu bahasa Indonesia dengan bahasa asing misalnya bahasa Inggris ketika sedang berbicara. Kemudian kita sangat jarang melihat orang berpakaian busana daerah, akan tetapi jika melihat pakaian ala kebarat-baratan hampir di setiap jalan kita menjumpainya.

Sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya kita perlu melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Paling tidak, kita harus mempertahankan kebudayaan yang masih ada, jangan biarkan kebudayaan itu luput dari perhatian kita. Kita bisa memulai melestarikannya dari yang hal yang kecil dahulu, kita tidak harus memainkan atau menjalankan suatu kesenian daerah. Kita dapat mengapresiasinya dengan cara melihat dan memberikan penilaian terhadap pertunjukkan mereka. Mereka juga pasti akan senang mendapat apresiasi dari kita dan akan terus melakukan pertunjukkan mereka. Hal seperti inilah yang diharapkan, sehingga kebudayaan kita dapat terus berlangsung.

Sekian tulisan dari saya, mohon maaf apabila ada tulisan yang menyinggung anda. 
Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima Kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh